Festival Surau Minangkabau Perkuat Sinergi Islam dan Budaya di Nagari Taram


Limapuluh Kota — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dana Indonesia Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Festival Surau Minangkabau dalam Wawasan Islam dan Budaya Nusantara pada Minggu (15/2) di Aula Kantor Wali Nagari Taram, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Nagari Taram, Dt. Rajo Sampono Nan Bajangguk (Nanang Anwar, S.E.), Ketua dan Pengurus KAN Nagari Taram, Ketua dan Anggota Bamus, perangkat nagari, para Kepala Jorong se-Kenagarian Taram, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta narasumber Buya Apria Putra, M.A.Hum., Tuanku Mudo Khalis.

Mengusung tema “Surau Sebagai Titik Temu Islam dan Budaya: Menghidupkan Warisan, Merajut Peradaban Secara Berkelanjutan”, festival ini bertujuan menguatkan kembali peran surau sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan pelestarian adat Minangkabau yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ketua panitia, Dr. Nurkhalis Muktar, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda Minangkabau. Ia sekaligus membuka secara resmi Festival Surau Minangkabau tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Taram, Nanang Anwar Dt. Rajo Sampono Nan Bajangguk, menegaskan bahwa surau memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, khususnya sebagai simbol kebudayaan Islam dan pusat musyawarah nagari.

“Di Minangkabau, musyawarah menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan. Surau menjadi simbol kebudayaan Islam di nagari kita. Surau Tuo di Nagari Taram sejak dahulu menjadi pusat perkumpulan suku-suku dan penjaga adat serta tradisi yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Taram telah mendirikan museum mini bertajuk Bilik Ketek sebagai ruang penyimpanan miniatur dan benda-benda bersejarah nagari. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai sejarah serta adat istiadat Nagari Taram.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Buya Apria Putra, M.A.Hum., Tuanku Mudo Khalis menyampaikan bahwa Nagari Taram merupakan salah satu nagari yang memiliki surau di setiap jorong, sehingga membentuk masyarakat yang taat beribadah dan kuat secara keilmuan.

“Islam di Minangkabau sangat erat kaitannya dengan adat. Surau bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan karakter,” jelasnya.

Melalui festival ini, diharapkan sinergi antara adat dan syariat di Minangkabau semakin kokoh serta mampu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah Nagari Taram juga menghadirkan bazar UMKM yang menampilkan berbagai makanan khas Nagari Taram, sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (Bbz)

Posting Komentar untuk "Festival Surau Minangkabau Perkuat Sinergi Islam dan Budaya di Nagari Taram"

 


IP. Indra Plastik Melayani Sablon Karung, Kertas, Kotak/Box.Dll

Hp.082388221126