Limapuluh Kota – Ikatan Keluarga Taram (IKRAM) perantau Jabodetabek bersama Pemerintah Nagari Taram menggelar rapat koordinasi pembentukan kelompok kerja (pokja) dalam rangka mewujudkan program Taram Bersinar (Bersih dari Narkoba). Selasa (5/5/2026) di Aula Kantor Wali Nagari Taram
Kegiatan ini mengusung tema:
“Taram Nagari Bersih Narkoba”
“Bersama Kita Jaga Nagari Taram: Bersinar, Bersih, Bermartabat.”
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk membentuk Pokja Satgas Nagari, menciptakan agen pemulihan, serta membangun kelompok pemulihan dan kelompok penggiat dalam upaya pemberantasan narkoba di Nagari Taram.
Ketua IKRAM, Risman Sumpadang, yang diwakili dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa inisiatif dari para perantau merupakan langkah awal yang penting. Namun demikian, komitmen nyata seluruh elemen masyarakat menjadi penentu masa depan Nagari Taram yang bersih dari narkoba.
“Peran perantau adalah modal awal. Namun, komitmen bersama hari ini adalah kunci untuk mewujudkan Nagari Taram yang benar-benar bebas dari narkoba,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, IKRAM menghadirkan sejumlah narasumber dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, Denni Ashar, Wali Nagari Taram Nanang Anwar, Dt.Rajo Sampono Nan Bajangguk, unsur kepolisian dari Polsek Harau, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala jorong se-Kenagarian Taram, Bamus Nagari, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat.
Dalam diskusi, Edrianto dan Herry Prianov selaku kepala jorong di kenagarian Taram menegaskan bahwa persoalan narkoba harus dipandang sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan tindakan cepat dan nyata melalui program Taram Bersinar.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Menurutnya, orang tua tidak boleh menutup-nutupi kasus, melainkan harus berani melapor demi penyelamatan generasi.
“Harus ada aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ninik mamak, bundo kanduang, orang tua, hingga seluruh stakeholder nagari,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Taram, Nanang Anwar, menegaskan bahwa pemerintah nagari akan memperkuat penegakan aturan, termasuk melalui sanksi adat.
“Narkoba adalah kejahatan luar biasa. Sudah saatnya ninik mamak dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen memberantasnya demi menyelamatkan generasi Nagari Taram,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa upaya yang dilakukan akan difokuskan pada penyelamatan generasi muda, dengan tetap memperhatikan batas kewenangan yang dimiliki pemerintah nagari.
Dari sisi pencegahan, narasumber BNN Kota Payakumbuh, Denni Ashar, menekankan pentingnya edukasi dan penguatan ketahanan remaja terhadap pengaruh narkoba.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari nagari, melalui edukasi bahaya narkoba dan penguatan karakter remaja. Selain itu, sanksi sosial berbasis adat perlu diperkuat karena terbukti efektif dalam mencegah penyebaran narkoba,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbentuk sinergi kuat antara pemerintah nagari, perantau, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Nagari Taram yang bersih dari narkoba dan bermartabat. (BBZ)



Posting Komentar untuk "IKRAM Jabodetabek dan Pemerintah Nagari Taram Gelar Rapat Koordinasi Menuju “Taram Bersinar”"