BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Laporkan Update Perkembangan Bencana Hidrometeorologi

Limapuluh Kota — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak yang terjadi di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan hingga Selasa, 16 Desember 2025 pukul 18.00 WIB, bencana dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 24–25 November 2025, sehingga berdampak luas hampir di seluruh wilayah kabupaten.

Sebanyak 13 kecamatan terdampak dengan sebaran di 42 nagari, meliputi Kecamatan Gunuang Omeh, Bukit Barisan, Suliki, Luak, Guguak, Harau, Mungka, Lareh Sago Halaban, Akabiluru, Situjuah Limo Nagari, Kapur IX, Payakumbuh, dan Pangkalan Koto Baru.

Pemerintah daerah telah mengaktifkan 6 Pos Darurat Bencana (PDB), terdiri atas satu posko utama di Kantor BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota dan lima pos lapangan di Kecamatan Gunuang Omeh dan Bukit Barisan, yang dilengkapi dapur umum serta lokasi pengungsian.

Dalam kejadian ini tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban hilang. Namun tercatat 654 jiwa mengungsi, dengan rincian 515 jiwa di Kecamatan Gunuang Omeh dan 139 jiwa di Kecamatan Bukit Barisan. Selain itu, terdapat 85 KK atau 243 jiwa yang masih terisolir di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki.

Kerusakan akibat bencana meliputi 290 unit rumah rusak berat, 24 unit rumah rusak sedang, dan 112 unit rumah rusak ringan. Kerusakan infrastruktur mencakup 40 titik jembatan, 96 titik jalan, 1 unit tempat ibadah, 5 fasilitas pendidikan, serta 8 titik jaringan irigasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Arie Kurniawan, SE, M.Eng, menyampaikan bahwa telah dilakukan perpanjangan masa Tanggap Darurat (TD) tahap kedua terhitung mulai 16 hingga 22 Desember 2025.

“Perpanjangan tanggap darurat dilakukan dengan mempertimbangkan masih adanya warga di pengungsian sambil menunggu penyelesaian hunian sementara (huntara), proses pemulihan fungsi fasilitas umum, serta kondisi hidrometeorologi yang masih perlu diantisipasi,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, rehabilitasi, dan pemulihan guna memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan pemulihan pascabencana.

(bbz)

Posting Komentar untuk "BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Laporkan Update Perkembangan Bencana Hidrometeorologi"

 


IP. Indra Plastik Melayani Sablon Karung, Kertas, Kotak/Box.Dll

Hp.082388221126